
Pasukan NATO mungkin harus berlatih lebih giat lagi sebelum diterjunkan ke medan perang. Nyatanya, dalam pertempuran di Afganistan, mereka masih sering meleset dalam mengincar target. Akibatnya, warga sipil tak bersalah yang harus jadi korbannya.
Seperti yang terjadi di Kota Marjah, Minggu kemarin. Dua belas warga Afganistan tewas ketika dua roket yang ditembakkan dengan target para pemberontak, ternyata meleset. Roket itu malah menghantam rumah penduduk sipil.
Di Kota Marjah, titik fokus dari operasi, marinir dan pasukan Afganistan berjuang melalui penembak gelap. Mereka mencoba maju melalui kota, membersihkan rumah satu per satu dari bahan peledak. Tapi tembakan berkali-kali memaksa mereka untuk berlindung dari bangunan yang dilewati.
NATO mengatakan dua roket jenis sistem roket artileri mobilitas Tinggi (HIMARS) itu sebenarnya ditujukan untuk pemberontak yang menembaki pasukan Afganistan dan pasukan NATO. Maksudnya, mereka hendak memberi serangan balasan. Ternyata roket itu jatuh lebih rendah dari yang diperkirakan dan mengenai rumah warga.
Kematian 12 warga sipil itu tentu saja merupakan pukulan NATO dan pemerintah Afganistan. Upaya mereka untuk memenangkan hati warga Afgan kini semakin berat dan justru kejadian ini akan membuat mereka berpaling dari para pemberontak.
"Kami sangat menyesal atas insiden tragis hilangnya 12 nyawa ini," kata Jenderal Stanley McChrystal, komandan puncak di Afganistan.
"Operasi ini ditujukan untuk memulihkan keamanan dan stabilitas kawasan yang vital ini Afganistan. Tapi di sini malah ada nyawa warga yang tak bersalah hilang".
Minggu, 14 Februari 2010
Roket NATO Meleset, Bunuh 12 Warga Sipil
Diposting oleh setiaguna di 21.52
Label: international news
0 Comments:
Post a Comment