Minggu, 10 Januari 2010

Penjualan Rudal Patriot AS Di Protes China


Beberapa minggu lalu, AS memberikan kontrak sebesar 969 juta dollar AS kepada Lockheed Martin untuk pengadaan sistem pertahanan udara PAC-3 sebanyak 263 unit kepada Taiwan, dan kontrak sebesar 1,1 miliar dollar AS kepada Raytheon Co untuk memproduksi sistem pertahanan udara dan peluru kendali Patriot bagi Taiwan.

China menegaskan penentangannya kepada AS atas rencana penjualan persenjataan AS kepada Taiwan. China menganggap hal itu sebagai turut campur atas urusan dalam negeri China, yang bisa merusak hubungan China dengan AS.

Wakil Menteri Luar Negeri He Yafei yang menyampaikan komentar terakhir, sebagaimana disebutkan kantor berita resmi Xinhua, Minggu (10/1/2010), merupakan pejabat keenam China yang mengomentari penjualan persenjataan AS ke Taiwan. Hal ini menegaskan betapa sensitifnya masalah penjualan persenjataan itu.

Wakil Menlu China itu, Sabtu, menegaskan, China menyampaikan kekecewaan kuatnya atas langkah-langkah terbaru AS memberikan kontrak kepada perusahaan persenjataan Raytheon milik Taiwan dan Lockheed Martin Corp AS untuk penjualan sistem persenjataan canggih AS kepada Taiwan.

Pada Jumat (8/1/2010) lalu, Menteri Pertahanan China Huang Xueping mengungkapkan, penjualan persenjataan itu merusak saling percaya antara militer kedua negara, dan China ”menyimpan hak untuk melakukan tindakan-tindakan lebih jauh”.

Pada masa lalu, China merespons tawaran penjualan persenjataan kepada Taiwan dengan menolak permintaan kapal induk AS, USS Kitty Hawk, dan kapal-kapal AS lainnya untuk berlabuh di Hongkong, November 2007.

Penjualan persenjataan kepada Taiwan itu disetujui pada masa jabatan pertama Presiden George W Bush, tetapi terus-menerus mengalami penundaan.

Penjualan-penjualan itu didorong oleh ancaman-ancaman China untuk menggunakan kekuatannya, untuk menjadikan Taiwan berada di bawah kekuasaannya, dengan didukung sekitar 1.300 peluru kendali balistik China yang ditempatkan di sepanjang selat dengan Taiwan.

Tekad AS-China

China mengingatkan, ketika Presiden Barack Obama berkunjung ke Beijing, November lalu, AS dan China bertekad untuk mengambil ”langkah-langkah konkret untuk memajukan hubungan militer dengan militer yang berkelanjutan dan saling memahami”.

Seorang pejabat AS di Taipei, Taiwan, Kamis pekan lalu, membenarkan Departemen Pertahanan AS telah menyetujui penjualan perlengkapan rudal Patriot kepada Taiwan sebagai bagian dari paket yang disetujui Kongres, lebih dari setahun lalu.

Juru bicara Kemenlu China, Jiang Yu, mendesak AS menghentikan penjualan persenjataan kepada Taiwan, untuk menghindari rusaknya kerja sama China-AS.

”Kami mendesak AS untuk memahami dengan jelas konsekuensi berat dari penjualan persenjataan ke Taiwan dan menolak mentalitas Perang Dingin,” ujarnya.



0 Comments:

Posting Komentar

blogger templates 3 columns | Make Money Online