
Pensiunan pemimpin Kuba, Fidel Castro pada hari Minggu menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil peran pemantauan di Haiti. Ia mengecam keberadaan militer AS yang dinilainya telah "menduduki " Haiti secara dominan.
Castro mengemukakan kritik itu dalam sebuah artikel opini yang diterbitkan surat kabar lokal. Dalam artikel itu, ia menyatakan bahwa baik Washington maupun PBB harus memberikan penjelasan yang tepat tentang peran militer AS di negara miskin tersebut.
"Di tengah tragedi Haiti, tidak ada yang tahu bagaimana dan mengapa ribuan Marinir AS dan pasukan payungnya dari Divisi Airborne serta kekuatan militer lainnya bisa menduduki wilayah Haiti. Lebih buruk lagi, baik PBB maupun AS hanya menawarkan penjelasan bahwa ini sebuah kekuatan gerakan, " tulis Castro.
Castro (83) menilai, banyaknya negara-negara yang mengumumkan diri akan mengirim tentara justru akan menyumbang kekacauan dan menyulitkan kerja sama internasional. "Karena itulah, ini perlu dibahas serius oleh PBB yang memantau tugas perwakilan negara-negara itu di Haiti."
Presiden Venezuela Hugo Chavez, Prediden Bolivia Evo Morales dan pemimpin Nikaragua Daniel Ortega menggambarkan kehadiran sekitar 20.000 tentara AS di Haiti tersebut sebagai pendudukan. Ketika gempa berkekuatan 7,0 SR itu, Kuba merupakan negara asing pertama yang datang dengan tim medis.
Minggu, 24 Januari 2010
"Pendudukan AS" Di Haiti
Diposting oleh setiaguna di 20.00
Label: international news
0 Comments:
Post a Comment